Minggu, 31 Maret 2013

PKS dan Pemimpin Bangsa

Pekerjaan membangun bangsa membutuhkan berbagai elemen terlibat di dalamnya, agar pekerjaan besar membangun bangsa dapat secara lebih mudah di wujudkan. Sebagai partai tentunya PKS ingin memberikan kontribusi itu, karena berdirinya PKS berawal dari keprihatinan sekumpulan anak bangsa yang ingin memperbaiki bangsa.

Sebagai partai politik PKS memproduksi pemimpin-pemimpin bangsa yang akan di gunakan dalam membangun bangsa. Sampai akhirnya keputusan politik di negeri ini, menjadikan system demokrasi (Pemilihan Kepala Daerah Langsung) dan Pilpres (pemilihan presiden) secara langsung, sebagai sarana menghadirkan pemimpin-pemimpin bangsa, maka PKS harus siap menampilkan calon pemimpin bangsa yang berkualitas yang akan di persembahkan untuk rakyat di bangsa ini.

Menghadirkan pemimpin yang berkualitas secara moral dan intelektual adalah solusi dari 1001 persolaan membangun bangsa. Moral adalah cermin dari pemimpin yang jujur, bersih, amanah, dan kumpulan sifat-sifat kebaikan lainnya yang menjadi modal dasar seorang pemimpin. Sedangkan intelektual adalah, wawasan dan pemahaman secara teknis keilmuan yang terdapat dalam diri seseorang sebagai instrument untuk menjadi pemimpin yang professional.

Tantangan terbesar bagi kader-kader PKS hari ini adalah menyiapkan diri menjadi orang yang memiliki kemampuan diri dalam aspek moralitas dan aspek intelektualitas. Sebagai konsekwensi yang harus di terima, karena keprihatinan kita terhadap bangsa sudah kita salurkan dalam sebuah institusi politik yang bernama Partai Keadilan Sejahtera.

PKS dengan dinamikanya telah memberikan untuk bangsa ini Tifatul Sembiring sebagai Menkoinfo, Salim Asegaf sebagai Mentri Sosial, Siswono sebagai Mentri Pertanian, PKS juga menyumbangkan ribuan anggota legislative di kabupaten/kota, provinsi, serta 57 anggota DPR-RI. Belum lagi ada puluhan kader PKS yang menjadi eksekutif di tingkat kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia.

Kita tidak ingin mengkhianati kepercayaan rakyat, untuk itu kita terus berbenah dalam kualitas melayani rakyat. Kita tidak ingin mengecewakan harapan rakyat, untuk itu kita tidak boleh mundur, apalagi keluar dari barisan ini. Kita tidak ingin bangsa ini di pimpin oleh orang-orang yang tidak amanah, untuk itu kita harus istiqomah dalam berjuang. Kita tidak ingin bangsa ini menjadi lemah, untuk itu kita bekerja untuk memberdayakan masyarakat. Kita ingin bangsa ini jaya, karena kita ada di dalamnya.

Jika Pilkada dan Pemilu Legislatif  adalah sarananya, maka mari seluruh potensi yang ada kita sumbangkan untuk kemenangan dakwah, dengan menghadirkan pemimpin yang bermoral dan profesional muncul di negeri Lancang Kuning ini. Bangkitlah bangsaku, harapan itu masih ada. Wallahualam bisawab.

0 komentar:

Poskan Komentar